Surabaya – Tidak semua bentuk pengabdian terlihat di medan tugas. Sebagian justru yg berlangsung dalam keheningan rumah, ketika seorang istri menyiapkan kepergian suaminya, menguatkan saat tugas terasa berat, dan tetap menjaga keluarga ketika sang suami harus lebih banyak menghabiskan waktu untuk negara. Dari ruang sederhana itulah, keteguhan seorang prajurit kerap tumbuh. Makna tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) yang disampaikan Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir kepada prajurit, Persit Kartika Chandra Kirana dan jajarannya di Aula Korem 084/BJ, Surabaya, Rabu (9/9/2026).

Mengusung tema “Refleksi Diri Persit Kartika Chandra Kirana dalam Pengabdian Mendampingi Suami untuk Bangsa dan Negara”, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi forum penyampaian wawasan kebangsaan. Lebih jauh, kegiatan itu menjadi ruang untuk mengajak keluarga besar Korem 084/BJ berhenti sejenak, melihat kembali perjalanan pengabdian, serta menyadari bahwa tugas seorang prajurit selalu memiliki sisi lain yang tidak kalah penting, yakni keluarga yang berada di belakangnya.

Brigjen TNI Kohir menekankan, Persit memiliki peran yang tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan tugas prajurit. Dukungan itu tidak selalu berupa sesuatu yang besar. Terkadang cukup melalui perhatian, kesabaran, komunikasi yang baik, dan kemampuan seorang istri menjaga ketenangan keluarga. Hal-hal sederhana tersebut dapat menjadi energi bagi seorang prajurit untuk menjalankan tugas dengan pikiran jernih dan hati yang tenang.

“Ketika seorang prajurit berangkat melaksanakan tugas dengan tenang, di sana ada keluarga yang turut memberikan kekuatan. Karena itu, keberhasilan tugas prajurit tidak dapat dilepaskan dari keteguhan dan dukungan keluarganya,” ujar Brigjen TNI Kohir.

Danrem juga mengingatkan bahwa menjadi bagian dari keluarga besar TNI merupakan kehormatan sekaligus amanah. Karena itu, Persit diharapkan mampu menjadi pribadi yang memberikan keteladanan di lingkungan keluarga maupun masyarakat, menjaga keharmonisan rumah tangga, membangun komunikasi yang sehat serta menggunakan media sosial secara bijak. Setiap perilaku, tutur kata dan tindakan keluarga prajurit, menurutnya, turut mencerminkan nilai serta kehormatan satuan.

Di hadapan prajurit dan Persit, Brigjen TNI Kohir mengajak seluruh keluarga besar Korem 084/BJ menjadikan refleksi diri sebagai bagian dari perjalanan pengabdian. Menurutnya, keberhasilan membangun keluarga yang harmonis, mendidik anak dengan nilai-nilai kebangsaan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan merupakan bentuk pengabdian yang mungkin tidak selalu terlihat, tetapi memiliki arti besar bagi ketahanan keluarga dan kesiapan prajurit dalam menjalankan tugas.

Danrem berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat hubungan antara prajurit, Persit dan keluarga. Ia ingin setiap prajurit menyadari bahwa di balik seragam dan tanggung jawab kedinasan, terdapat keluarga yang juga memiliki peran penting dalam perjalanan pengabdian. Dengan komunikasi yang terbuka, saling menghargai dan semangat untuk menguatkan satu sama lain, keluarga diharapkan menjadi tempat terbaik untuk memulihkan tenaga sekaligus meneguhkan kembali semangat pengabdian.

Sebab pada akhirnya, pengabdian kepada bangsa tidak selalu dimulai dari tempat yang jauh. Ia bisa berawal dari rumah, dari doa seorang istri, kesabaran seorang ibu, keteguhan seorang suami, hingga senyum anak-anak yang menanti kepulangan ayahnya. Dari keluarga yang kuat itulah, Danrem berharap lahir prajurit-prajurit yang semakin teguh, profesional dan tulus mengabdikan diri untuk bangsa dan negara.