SUMENEP – Di tanah Madura yang sarat jejak sejarah dan peradaban, keris bukan sekadar senjata pusaka, melainkan simbol kehormatan, kebijaksanaan, dan identitas budaya yang diwariskan lintas generasi. Kabupaten Sumenep sejak berabad-abad lalu dikenal sebagai salah satu pusat perkerisan Nusantara yang melahirkan karya-karya adiluhung bernilai seni tinggi. Dari tangan para empu, bilah-bilah keris ditempa dengan ketekunan, doa, filosofi, serta kearifan lokal yang menjadikannya bukan hanya benda budaya, tetapi juga saksi perjalanan sejarah bangsa. Hingga kini, warisan tersebut tetap hidup dan berdenyut di Desa Aeng Tong-Tong, sebuah kampung yang telah mengharumkan nama Sumenep di mata dunia sebagai sentra keris dan tempat lahirnya para empu ternama.

Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Kodim 0827/Sumenep, Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir membuka Festival Keris yang berada di Desa Aeng Tong-Tong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Sabtu (4/7/2026).

Festival tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung proses pelestarian budaya perkerisan yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Sumenep. Danrem menyaksikan berbagai koleksi keris, hasil karya para empu, serta mendengarkan penjelasan mengenai sejarah dan filosofi yang terkandung dalam setiap bilah pusaka yang dipamerkan.

#puspentni
#tni_angkatan_darat
#dispenad
#kodam5brw
#tniprima
#mantap
#aman
#terbaik
#adaptif
#profesional
#korem084bjpeduli
.
@kohir99
@kodam5brw
@tni_angkatan_darat