(Gresik 23/09)-Pengetahuan tentang Narkotika, Psikotropika dan obat terlarang atau yang disingkat Narkoba merupakan hal yang sangat jarang di sosialisasikan di daerah pedesaan khususnya Desa Ngabetan Kecamatan Cerme, untuk itu Kodim 0817/Gresik mengundang Drs.Toha perwakilan dari BNN Kabupaten Gresik.

Kegiatan penyuluhan maupun sosialisasi merupakan salah satu kegiatan Nonfisik Program TMMD ke-97, Jam larut malam tidak menyurutkan Antusias masyarakat desa Ngabetan saat mengikuti Sosialisasi Narkoba. Drs. Toha Machsun, M.Pd.I yang bertindak selaku narasumber pada kesempatan tersebut menyoroti dinamika generasi pemuda sekarang yang sedang mengalami degradasi moral. “Banyak kenakalan-kenakalan remaja yang tidak diketahui oleh orang tuanya, khususnya Narkoba menjadi perhatian khusus oleh pemerintah, yang tidak main2 hukuman mati bagi penjual dan pengedar, sampai keluar Jargon Indonesia Darurat Narkoba”pungkasnya.

Beliau menjelaskan bahwa Remaja yang berisiko tinggi adalah remaja yang kurang berkomunikasi dengan orang tua, tidak mau mengikuti aturan  norma maupun tata tertib, Bergaul / tinggal dilingkungan penyalahgunaan narkoba, Rendah penghayatan spritualnya. Bagaimana cara pencegahanya melalui pendekatan pribadi antara orang tua dan anak. Dosen salah satu UIN Surabaya ini juga mengatakan bahwa Narkoba saat ini tidak hanya berada di kota saja, tetapi telah meracuni remaja hingga tingkat desa khususnya para pemuda yang nantinya sebagai penerus generasi bangsa, berbagai upaya bagi pengguna maupun pengedar untuk memperluas jaringan narkoba, berawal dari coba-coba dan gratis sampai menjadi ketagihan akhirnya berbagai upaya mengeluarkan harta bendanya demi konsumsi Narkoba.

Selain Sosialisasi Narkoba kegiatan Non fisik pada kesempatan tersebut juga diisi dengan penyuluhan hukum oleh AKP Edi Santoso dari Polres Gresik.(Penrem084/TI).