LENSAINDONESIA.COM: Bertempat di lapangan Upacara Markas Korem 084/BJ, Danrem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Inf Muhammad Nur Rahmad memimpin apel luar biasa pemberian penghargaan kepada lima anggota Korem 084/BJ dan Kodim 0817/Gresik atas keberhasilannya menggagalkan serta menangkap pelaku dan barang bukti penyelundupan pupuk bersubsidi ZA dan Ponska Produk PT Petrokimia Gresik di Desa Wedoroanom, Kecamatan Driyorejo, Gresik, Rabu (4/3/2015).

Kelima anggota yang menerima penghargaan, masing-masing Serma Kamil, Serka Arif dan Serda Sukardi (anggota Tim Intel Korem 084/BJ) serta Serma Mudhlor dan Serka Yuni Kurniawan (anggota Intel Kodim 0817/Gresik).

Mengawali amanatnya, Danrem 084/BJ Kolonel Inf Muhammad Nur Rahmad, atas nama seluruh warga Korem 084/BJ, menyampaikan rasa bangga dan berterima kasih serta apresiasi yang tinggi atas apa yang telah dilakukan Serma Kamil beserta empat anggota TNI AD lainnya yang dengan berani, tulus dan ikhlas berhasil menggagalkan dan menangkap pelaku penyelundupan pupuk bersubsidi ZA dan Ponska Produk PT Petrokimia, tanpa mempedulikan keselamatan jiwanya sendiri.

Sikap dan perilaku prajurit kewilayahan ini secara langsung juga telah mengangkat nama baik, citra dan kredibilitas TNI AD, karena senantiasa mendukung penegakan hukum khususnya menghadapi ancaman aksi-aksi kriminalitas seperti aksi penyelundupan, penimbunan dan pengoplosan pupuk bersubsidi oleh oknum masyarakat. “Penyelundupan pupuk bersubsidi merupakan kejahatan dan termasuk tindak pidana yang bukan saja merugikan petani tetapi juga masyarakat dan negara,” terang Danrem 084/BJ Kolonel Inf Muhammad Nur Rahmad.

Walaupun tugas mencegah aksi-aksi penyelundupan, penimbunan dan pengoplosan pupuk bersubsidi bukanlah tugas pokok TNI, namun keberadaan prajurit TNI harus selalu dekat, menyatu, mendengar aspirasi dan membantu kesulitan rakyat. “Loyalitas, dedikasi dan kepedulian yang saudara-saudara lakukan merupakan bukti nyata bahwa saudara adalah contoh prajurit sejati yang selalu peka dan peduli terhadap kesulitan rakyat dalam menghadapi ancaman aksi-aksi penyelundupan, penimbunan dan pengoplosan pupuk bersubsidi,” tambah Danrem 084/BJ Kolonel Inf Muhammad Nur Rahmad.

Lebih jauh Danrem 084/BJ menjelaskan bahwa pupuk bersubsidi ZA dan Ponska yang masih disubsidi negara memang dijual dengan harga murah karena diperuntukan hanya untuk pet. Maka jika pupuk bersubsidi banyak diselundupkan, hilang dan keberadaan langka di pasaran, maka secara otomatis harga pupuk bersubsidi akan melambung tinggi sehingga para petani tidak akan mampu membelinya. “Kondisi ini jelas sangat merugikan para petani yang saat ini sedang gencar-gencarnya membutuhkan pupuk bersubsidi untuk mengolah lahan pertaniannya di musim tanam tahun ini. Ironisnya subsidi tersebut tidak dinikmati petani dan malah disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk meraup keuntungan pribadi,” tambah Kolonel Inf Muhammad Nur Rahmad.

Danrem berharap agar apa yang telah dilakukan anggota Korem 084/BJ dan Kodim 0817/Gresik dapat menjadi contoh dan suri tauladan yang mampu menginspirasi dan memotivasi rekan-rekan prajurit TNI AD lainnya untuk melakukan hal yang sama baiknya untuk mencegah aksi-aksi kejahatan/kriminalitas, aksi-aksi penyelundupan, penimbunan dan pengoplosan pupuk bersubsidi maupun sembako di wilayah tugas masing-masing.

Perwakilan penerima penghargaan, Serka Yuni Kurniawan mengatakan bahwa apa yang dilakukannya hanyalah melaksanakan tugas dan tidak mengharapkan pamrih karena bertujuan untuk membantu, melindungi dan mengayomi masyarakat kecil khususnya kaum petani. “Seperti diketahui para petani pada musim tanam masih kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi karena banyak diselundupkan oknum tak bertanggung jawab. kami sebagai prajurit merasa terpanggil untuk mengungkap masalah ini,” tegasnya. @Pen084/Kapenrem Mayor Inf Drs Rudy Sudjatmiko

 

sumber: www.lensaindonesia.com